Dampak Luar Biasa dari Gangguan Kesehatan Mental
26 Juni 2020 16:32
Jakarta: Gangguan kesehatan mental macam-macam bentuknya. Salah satunya, kecemasan. Praktisi Mindfulness dan Emotional Healing, Adjie Santosoputro menyatakan, apabila dibiarkan terus menerus, berisiko dampak yang luar biasa untuk manusia menjalani proses kehidupannya.
Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang menyepelekan kesehatan mental. Dalam hal ini, kata Adjie, seseorang membiarkan gangguan kecemasan yang dialaminya, hingga tanpa sadar, waktu yang berlalu itu justru semakin memberikan dampak buruk.
"Ada ungkapan-ungkapan yang mengandalkan waktu untuk menyembuhkan kecemasan atau luka batin. Padahal, itu tidak sepenuhnya bisa diandalkan," ujar Adjie dalam webinar Hidrasi Sehat dan Mindfulness untuk Kurangi Kecemasan Hadapi Kenormalan Baru.
Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang menyepelekan kesehatan mental. Dalam hal ini, kata Adjie, seseorang membiarkan gangguan kecemasan yang dialaminya, hingga tanpa sadar, waktu yang berlalu itu justru semakin memberikan dampak buruk.
"Ada ungkapan-ungkapan yang mengandalkan waktu untuk menyembuhkan kecemasan atau luka batin. Padahal, itu tidak sepenuhnya bisa diandalkan," ujar Adjie dalam webinar Hidrasi Sehat dan Mindfulness untuk Kurangi Kecemasan Hadapi Kenormalan Baru.
Adjie menjelaskan, apabila luka batin atau kecemasan yang dirasakan berada di level yang tidak parah, mungkin waktu bisa menyembuhkan. Akan tetapi, akan menjadi berbahaya jika tingkatan kecemasan yang dialami berada di level yang lebih parah.
"Kalau kecemasan tidak dipulihkan, akan masuk ke bawah sadar kita dan bisa meledak suatu waktu. Dan kalau tersimpan sebenarnya tubuh kita kasih kode berupa hal-hal yang terjadi pada sehari-hari," tambahnya.
Maka, harus dipahami bersama bahwa mental dan tubuh merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Misalnya, relasi dengan orang di sekitar kita menjadi tidak baik karena sikap kita yang cenderung ke arah negatif.
"Sedikit-sedikit marah atau istilahnya senggol bacok, kondisi tidak nyaman. Itu bisa menjadi tanda bahwa kecemasan masuk ke alam bawah sadar. Kedua, rasa bahagia yang hambar. Kita tidak ada rasa lega atau plong, serba terburu-buru dan tergesa-gesa," jelasnya.
Dampak lainnya, berpengaruh pada produktivitas yang cenderung menurun atau ngedrop. Kemudian, biasanya apabila sudah mengalami gangguan kesehatan mental, kita bisa sakit secara fisik.
Semua dampak tersebut sejatinya dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi tubuh, terutama terkait minuman. Penting bagi manusia untuk menjaga hidrasi, sebab apabila tubuh kehilangan 2 persen saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk otak dan suasana hati (mood).
"Akibat dari fungsi kognitif dan mood yang terganggu, seseorang akan merasa konsentrasinya menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah cemas dan tegang," tutur Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK.
"Kalau kecemasan tidak dipulihkan, akan masuk ke bawah sadar kita dan bisa meledak suatu waktu. Dan kalau tersimpan sebenarnya tubuh kita kasih kode berupa hal-hal yang terjadi pada sehari-hari," tambahnya.
Maka, harus dipahami bersama bahwa mental dan tubuh merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Misalnya, relasi dengan orang di sekitar kita menjadi tidak baik karena sikap kita yang cenderung ke arah negatif.
"Sedikit-sedikit marah atau istilahnya senggol bacok, kondisi tidak nyaman. Itu bisa menjadi tanda bahwa kecemasan masuk ke alam bawah sadar. Kedua, rasa bahagia yang hambar. Kita tidak ada rasa lega atau plong, serba terburu-buru dan tergesa-gesa," jelasnya.
Dampak lainnya, berpengaruh pada produktivitas yang cenderung menurun atau ngedrop. Kemudian, biasanya apabila sudah mengalami gangguan kesehatan mental, kita bisa sakit secara fisik.
Semua dampak tersebut sejatinya dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi tubuh, terutama terkait minuman. Penting bagi manusia untuk menjaga hidrasi, sebab apabila tubuh kehilangan 2 persen saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk otak dan suasana hati (mood).
"Akibat dari fungsi kognitif dan mood yang terganggu, seseorang akan merasa konsentrasinya menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah cemas dan tegang," tutur Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK.

Komentar
Posting Komentar